Real Madrid Siapkan Tawaran Ketiga untuk Paul Pogba, Gagal Lagi?

Real Madrid Siapkan Tawaran Ketiga untuk Paul Pogba, Gagal Lagi?

Real Madrid disebut telah menyiapkan tawaran ketiga untuk membawa gelandang Manchester United, Paul Pogba. Dua tawaran pertama yang diluncurkan Real Madrid tidak mampu membawa Paul Pogba ke Bernabeu.

Paul Pogba sejak lama dikaitkan dengan Manchester United. Faktor Zinedine Zidane, pelatih Real Madrid, menjadi kuncinya. Kedua figur itu menyimpan rasa saling kagum dan ingin bekerja sama.

Paul Pogba mengidolakan Zinedine Zidane sebagai legenda timnas Prancis dan pemain panutan. Sedangkan, Zidane sangat menyukai gaya bermain Paul Pogba dan ingin dia bermain untuk tim yang dilatihnya.

Rasa kagum Paul Pogba kepada Zidane beberapa kali diucapkan ke media, begitu juga sebaliknya. Rumor keduanya bakal bekerja sama di Real Madrid pun terus merebak setiap bursa transfer dibuka.

2 Kegagalan Real Madrid Beli Paul Pogba

Dikutip dari media asal Spanyol, AS, Real Madrid sudah mencoba melakukan dua upaya untuk membeli Paul Pogba di masa lalu. Kedua tawaran tersebut tidak berujung manis. Paul Pogba gagal didatangkan ke Bernabeu.

Kesempatan pertama terjadi pada 2016 silam, ketika Paul Pogba masih bermain di Juventus. Ketika itu, Paul Pogba berada dalam performa yang impresif. Paul Pogba kemudian lebih memilih pindah ke Manchester United.

Saat itu, Paul Pogba lebih tertarik pindah ke Manchester United karena nostalgia. Sebab, dia merupakan pemain jebolan akademi United. Setan Merah membelinya dengan harga 105 juta euro.

Upaya Real Madrid kedua untuk membeli Paul Pogba terjadi pada awal musim 2018/2019 lalu. Namun, Paul Pogba menolak tawaran tersebut. Pada musim itu Zinedine Zidane mundur dari pelatih Real Madrid dan digantikan Julen Lopetegui.

Tawaran Ketiga Real Madrid untuk Paul Pogba

AS melaporkan, di tengah situasi yang tidak pasti karena pandemi virus corona, Real Madrid untuk kali ketiga ingin membeli Paul Pogba. Los Blancos hendak mendapatkan pemain berusia 27 tahun karena merasa kemungkinan itu sangat terbuka.

Paul Pogba membuka peluang berganti klub, akan tetapi Manchester United meminta tebusan mahal. Kontrak Paul Pogba di United bakal berakhir pada Juni 2021. Faktor ini bisa membuat harganya sedikit menurun.

Hanya saja, sangat mungkin operasi transfer ketiga Real Madrid untuk membeli Paul Pogba kembali gagal. Sebab, antara Zidane dan presiden Florentino Perez berbeda pendapat. Perez tidak ingin membayar mahal untuk Paul Pogba.

Video: Tantangan Stay At Home Sehat Ala Nico Tagliafico

Video: Tantangan Stay At Home Sehat Ala Nico Tagliafico

Nicolas Tagliafico

Bek kiri Ajax Amsterdam Nicolas Tagliafico melakukan tantangan Stay at Home secara berbeda, di mana ia menari berduet bersama kekasihnya, Carolina Calvagni.

Saat ini pada pesepakbola di penjuru dunia harus menganggur lebih dahulu. Sebab banyak kompetisi dihentikan akibat pandemi Virus Corona.

Para pemain pun wajib melakukan karantina. Selain untuk melindungi diri sendiri, itu juga dilakukan agar virus tersebut tidak makin menyebar luas.

Para pemain itu tentu wajib berlatih meski di kediamannya sendiri. Namun setelah itu mereka praktis tak punya kegiatan apa pun.

Ikut Challenge

Akan tetapi belakangan ini untuk mengisi waktu dan mengusir rasa bosan, mulai ada sejumlah tantangan yang beredar di dunia maya. Yang ngetren adalah tantangan Stay at Home.

Tantangan ini diikuti oleh banyak pesepakbola top dunia. Mereka mengunggah video melakukan jugling dengan menggunakan satu tol tisu toilet.

Namun tidak demikian dengan Nico Tagliafico. Bersama kekasihnya, Carolina Calvagni, mereka tampaknya menciptakan tantangan baru.

Keduanya tampak menari bersama. Mereka kemudian juga melakukan gerakan sulit yang memerlukan kekuatan tubuh di area perut, lengan dan kaki.

Wacana EPL Musim 2020/21: Liverpool Auto Juara dan Liga Digulirkan dengan 22 Tim

Wacana EPL Musim 2020/21: Liverpool Auto Juara dan Liga Digulirkan dengan 22 Tim

Bola resmi pertandingan Premier League.

Bola.net – Sebuah rumor beredar terkait rencana Premier League jika musim kompetisi 2019/2020 tidak bisa dilanjutkan. Ada setidaknya empat langkah yang akan diambil operator Liga Inggris itu, salah satunya adalah menghadiahi Liverpool gelar juara.

Per hari Jumat (13/3) kemarin, Premier League resmi ditunda. Hal ini dikarenakan sejumlah pemain dan manajer yang bermain di kasta tertinggi sepakbola Inggris itu sudah terjangkit COVID-19 alias virus corona.

Menurut pengumuman resmi mereka, EPL akan ditunda setidaknya akan ditunda hingga tanggal 4 April mendatang. Namun penundaan ini bisa diperpanjang jika kondisi penyebaran virus corona semakin memburuk.

Sejauh ini sudah digaungkan rencana untuk membatalkan secara penuh EPL musim ini. Musim ini dianggap tidak ada dan semuanya akan dimulai ulang pada musim 2020/2021 mendatang.

The Telegraph mengklaim bahwa operator Premier League mulai mempertimbangkan sejumlah opsi jika EPL musim ini dibatalkan. Ada setidaknya empat langkah yang dirumorkan akan diambil.

Apa saja langkah yang akan diambil EPL? SImak informasinya di bawah ini.

Liverpool Otomatis Juara

Menurut laporan tersebut, Premier League musim depan apapun hasilnya akan menobatkan Liverpool menjadi juara.

Langkah ini diambil untuk mengapresiasi perjuangan Liverpool musim ini. The Reds memang menjadi tim yang paling dirugikan jika liga jadi dibatalkan karena mereka hanya kurang enam poin saja untuk menjadi juara, sementara masih ada sembilan laga yang tersisa.

Untuk itu, EPL mewacanakan agar apapun hasil yang akan didapatkan Liverpool musim depan, mereka secara otomatis didaulat menjadi juara.

Liga Pakai 22 Tim

Perubahan kedua yang akan terjadi adalah jumlah kontestan akan ditingkatkan menjadi 22 tim.

22 tim itu rinciannya adalah 20 tim peserta EPL musim ini ditambah Leeds United dan Wes Brom yang saat ini menempati peringkat satu dan dua Championship.

Langkah ini diambil karena ada persaingan yang sangat ketat di zona degradasi, sehingga sulit untuk menentukan siapa yang harus didegradasikan. Sementara Leeds dan West Brom sudah unggul jauh di klasemen Championship sehingga kedua tim bisa dipromosikan ke EPL.

Lima Tim Didegradasi

Sebagai dampak dari dinaikkannya jumlah peserta EPL musim depan, maka jumlah tim yang terdegradasi akan ditingkatkan.

Biasanya hanya ada tiga tim yang terdegradasi ke Championship. Namun jika dengan sistem 22 tim, maka ada lima tim yang akan terdegradasi.

Jumlah ini ditingkatkan agar untuk musim 2021/22 sistem promosi dan degradasi kembali normal, yaitu tiga tim promosi dan tiga tim degradasi.

Carabao Cup Dihapuskan

Langkah lain yang akan diambil oleh FA untuk mengatasi 22 tim yang bertanding di EPL adalah penghapusan kompetisi EFL Cup (Carabao Cup)

Langkah ini diambil karena dengan 22 tim yang bertanding, dibutuhkan waktu yang lebih banyak untuk menuntaskan liga. Untuk itu mereka perlu menghapus satu kompetisi yang dianggap memiliki tingkat kepentingan yang paling rendah.

Untuk itu EFL Cup rencananya akan dihilangkan selama satu musim untuk memberikan tambahan waktu untuk penyelenggaraan liga.

Termasuk Real Madrid, Ini 4 Klub Top Eropa yang Mengisolasi Semua Pemainnya Akibat Virus Corona

Termasuk Real Madrid, Ini 4 Klub Top Eropa yang Mengisolasi Semua Pemainnya Akibat Virus Corona

Persebaran virus Corona atau COVID-19 semakin meluas. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan infeksi yang berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok itu sebagai pandemi.

Bagi kebanyakan orang, virus tersebut hanya menyebabkan gejala ringan atau sedang, seperti demam dan batuk. Namun, bagi orang lanjut usia yang memiliki kekebalan rendah, virus COVID-19 dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah, terlebih yang mengidap pneumonia.

Penyebaran virus Corona secara global berdampak pada banyak bidang kehidupan, termasuk olahraga dan aktivitas di dalamnya, seperti pada sepak bola.

Imbasnya, beberapa liga top Eropa mengalami penundaan, seperti Serie A di Italia dan La Liga di Spanyol.

Penundaan tersebut tentu tak diharapkan dan merugikan bagi seluruh tim dan elemen sepak bola. Terlebih, kompetisi sedang memasuki fase-fase krusial sebelum masuk masa akhir musim.

Namun apa daya, klub-klub, tanpa pandang bulu, wajib mematuhi aturan kesehatan setelah ada anggota mereka, baik pemain hingga tim pelatih, dinyatakan terkena virus Corona. Seluruh skuad perlu menjalani proses karantina.

Berikut klub-klub besar Eropa yang mengisolasi skuat karena ada pemain maupun staf pelatih terpapar virus Corona, dilansir dari Fox Sport.

1. Juventus

Pemain Juventus, Daniele Rugani, positif terjangkit virus Corona. Kepastian tersebut diumumkan di situs resmi klub, Kamis pagi WIB (12/3/2020).

Akhirnya, semua skuat Juventus menjalani karantina selama 14 hari. Pasalnya, Rugani berada di bangku cadangan saat Juventus bertemu dengan Inter Milan dalam Derby d’Italia di Turin (9/3/2020).

Pertandingan Juventus melawan Lyon di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, yang semestinya dimainkan pada Kamis dini hari WIB (18/3/2020), terpaksa ditunda.

2. Inter Milan

Inter Milan juga melakukan proses karantina kepada para pemain setelah kabar Daniele Rugani terjangkit virus corona. Pasalnya, Juventus dan Inter Milan bertemu pada Derby d’Italia di Turin (9/3/2020).

Meski Rugani tidak bermain di lapangan, sang pemain berada di deretan bangku cadangan.

3. Real Madrid

Real Madrid mengkarantina semua skuad baik tim sepak bola, basket, dan bola tangan. Pasalnya, pemain basket Madrid, Trey Thompkins, positif mengidap virus Corona.

Real Madrid melakukan kebijakan tersebut karena tim sepak bola, basket, dan bola tangan berlatih di kompleks yang sama, di Valdebebas.

Semua pemain akan menjalani tes virus Corona dan menghabiskan waktu 15 hari di karantina. Sementara, partai Manchester City vs Real Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2019-2020, ditunda olah UEFA.

4. Chelsea

Chelsea mengisolasi semua pemain setelah Callum Hudon-Odoi positif terinfeksi virus Corona. Selain itu, fasilitas latihan Chelsea ditutup sementara waktu.

“Callum memperlihatkan gejala yang sama seperti flu ringan pada Senin pagi dan tidak berada di pusat latihan sejak itu sebagai langkah pencegahan. Namun, hasil tesnya yang positif datang pada malam ini dan ia akan menjalani masa-masa isolasi diri. Meski positif terinfeksi virus, Callum tampak baik-baik saja dan akan kembali berlatih secepatnya,” bunyi pernyataan Chelsea.

Chelsea dijadwalkan akan bertandang ke Aston Villa pada pekan ke-30 Premier League, Sabtu (14/3/2020). Namun, dengan situasi saat ini, besar kemungkinan laga Premier League pekan ke-30 bakal ditangguhkan.

Bayern Munchen Ajak Willian Pindah ke Jerman

Sebuah opsi datang bagi Willian. Winger Chelsea itu bisa melanjutkan karirnya di Jerman bersama Bayern Munchen pada musim depan.

Willian sendiri saat ini memang tengah galau berat. Ia ingin bertahan di Chelsea, namun manajemen The Blues hingga saat ini masih enggan memperpanjang kontraknya yang habis di musim panas nanti.

Pemain 31 tahun itu diberitakan mulai mempertimbangkan untuk pergi dari London Barat. Sejumlah tim papan atas Eropa diberitakan tertarik untuk mendatangkannya.

The Telegraph mengklaim bahwa Willian punya opsi baru untuk melanjutkan hidup. Ia diberitakan bakal dipinang Bayern Munchen di musim panas nanti.

Simak situasi transfer Willian selengkapnya di bawah ini.

Pengganti Coutinho

Menurut laporan tersebut, Willian diincar Bayern sebagai pengganti Philippe Coutinho.

Playmaker asal Brasil itu diberitakan bakal dipulangkan Bayern di musim panas nanti. Hal ini dikarenakan sang playmaker tidak tampil sesuai dengan ekspektasi tim pelatih Bayern.

Untuk itu pihak Bayern membutuhkan playmaker baru, sehingga Willian dinilai bakal menjadi opsi yang bagus bagi tim mereka.

Janjikan Kontrak Panjang

Menurut laporan tersebut, Bayern punya satu kartu As untuk mendapatkan jasa Willian.

Mereka tahu sang winger kesulitan memperpanjang kontraknya di Chelsea karena masalah durasi kontrak. Chelsea hanya bersedia memberikannya kontrak berdurasi dua tahun, sementara Willian ingin kontrak tiga tahun.

Manajemen Die Roten diberitakan siap memberikan kontrak berdurasi tiga tahun agar Willian bergabung dengan tim mereka.

Ingin di Inggris

Menurut gosip yang beredar, Willian nampaknya akan menolak tawaran dari Bayern.

Sang winger diberitakan sudah betah berada di Inggris sehingga ia ingin melanjutkan karirnya di sana.

Josip Ilicic Kini Bisa Disandingkan Dengan Lionel Messi & Cristiano Ronaldo

Menyusul empat golnya ke gawang Valencia, Ilicic menyamai prestasi yang pernah ditoreh dua megabintang dunia tersebut.

Josip Ilicic sekarang sejajar dengan dua megabintang dunia yakni Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo menyusul performa apiknya dalam kemenangan 4-3 atas Valencia di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (11/3) dini hari WIB tadi.

Setelah turut mencetak gol dalam kemenangan 4-1 di pertemuan pertama yang digelar di San Siro pada akhir Februari lalu, Ilicic semalam memborong semua gol saat timnya bertandang ke Mestalla untuk mengamankan agregat 8-4 buat timnya.

Sang penyerang merupakan pemain ketiga dalam sejarah yang bisa mencetak lima gol atau lebih di dua pertemuan fase gugur Liga Champions, setelah Messi untuk Barcelona vs Bayer Leverkusen pada 2011/12 (6 gol) dan Ronaldo untuk Real Madrid vs Bayern Munich pada 2016/17 (5 gol).

Lebih dari itu, Ilicic sekarang menjadi pemain tertuta yang sanggup mengemas hat-trick di partai tandang Liga Champions. Ia melakukannya di usia 32 tahun dan 41 hari, mengalahkan rekor lama yang dirangkum Zlatan Ibrahimovic (32 tahun dan 20 hari) untuk PSG melawan Anderlecht pada Oktober 2013.

Seusai laga, Ilicic kepada laman resmi UEFA mengatakan: “Saya berpikir untuk melakukan apa yang harus saya lakukan. Saya semakin baik dengan bertambahnya usia, saya bersenang-senang dan ingin terus berkembang.

“Atalanta sekarang bukan lagi tim kejutan. Kami melakukan hal-hal hebat dan ingin melanjutkannya. Kami ingin menunjukkan bahwa kami pantas untuk berada di sini dan berkembang dari hari ke hari.”

Tak Cuma Werner, Liverpool Juga Disarankan Beli Sancho

Dortmunds English midfielder Jadon Sancho celebrate scoring during the German first division Bundesliga football match BVB Borussia Dortmund vs Eintracht Frankfurt, in Dortmund, western Germany on February 14, 2020. (Photo by INA FASSBENDER / AFP) / RESTRICTIONS: DFL REGULATIONS PROHIBIT ANY USE OF PHOTOGRAPHS AS IMAGE SEQUENCES AND/OR QUASI-VIDEO

Liverpool dirasa membutuhkan tambahan amunisi di lini depan. Eks bek mereka yang kini menjadi pundit, Jamie Carragher, menyarankan The Reds untuk mendatangkan Timo Werner dan Jadon Sancho.

Lini depan tim asuhan Juergen Klopp itu dikritik saat takluk 0-1 dari Atletico Madrid di leg pertama 16 besar Liga Champions, Rabu (19/2) lalu. Terlebih setelah mereka gagal menciptakan satu pun tembakan ke gawang di laga itu.

Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane gagal memberikan kontribusi signifikan. Divock Origi, yang dipercaya bisa menjadi supersub, juga tak lebih baik saat masuk di babak kedua.

Carragher merasa trio Firmansah butuh pelapis yang andal. Origi dianggap gagal memberi kualitas setara, jika melihat menit bermainnya yang masih minim. Ia sudah tampil 32 kali musim ini, namun 21 kali dari bench. Koleksi golnya pun baru lima.

“Jika melihat laga melawan Atletico, masalah besar Liverpool adalah saat satu dari trio lini depan mereka tak bermain,” kata Carragher kepada Viasport Fotbal, dikutip oleh Metro.

“Liverpool perlu mendatangkan penyerang top pada musim panas nanti. (Jadon) Sancho atau (Timo) Werner? Saya sih pilih keduanya.”

“Mereka tak perlu melepas pemain, cuma perlu memperkuat tim yang sudah ada. Juergen Klopp memberi kontrak baru pada Origi dan membeli gelandang serang (Takumi Minamino), tapi sekarang waktunya memperkuat serangan.”

“Hal ini agar ketiga pemain itu tetap fit dan bisa dirotasi, bermain dalam sistem yang berbeda. Mane dan Salah juga akan bermain di Piala Afrika musim depan, jadi hampir bisa dipastikan Liverpool akan membeli penyerang top. Cuma persoalan siapa yang akan datang,” sambung Carragher.

Baik Sancho maupun Werner sedang tampil mengkilap musim ini. Werner sudah mencetak 26 gol dan 10 assist dari 32 laga bersama RB Leipzig, sedangkan Sancho mencetak 16 gol dan 17 assist dalam 31 pertandingan untuk Borussia Dortmund.

Presiden PSG Didakwa Terlibat Kasus Suap Hak Siar Piala Dunia

Paris Saint Germains (PSG) Qatari president Nasser Al-Khelaifi looks on during the UEFA Champions League football group stage draw ceremony in Monaco on August 24, 2017.  / AFP PHOTO / VALERY HACHE

Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, didakwa terlibat kasus penyuapan. Kasus itu terkait pemberian hak siar pertandingan Piala Dunia.

Kejaksaan Agung Swiss (OAG) merilis dakwaan tersebut pada Kamis (20/2/2020) waktu setempat. Ada tiga orang yang terlibat dalam kasus ini. Selain Al-Khelaifi, juga ada pengusaha yang tidak disebutkan namanya, serta mantan Sekretaris Jendral FIFAJerome Valcke.

Dilansir Guardian, Al-Khelaifi diduga terlibat kasus suap kepada Valcke melakukan mismanajemen dan pemalsuan dokumen dalam pemberian hak siar Piala Dunia 2026 dan 2030. Sebelumnya Al-Khelaifi langsung didakwa menyuap, sejak kasusnya dibuka tiga tahun lalu, namun dakwaannya diturunkan.

Valcke, yang dipecat FIFA pada 2015, punya pengaruh untuk urusan hak siar Piala Dunia. Ia dituding menerima penggunaan vila mewah di Sardinia tanpa membayar sewa seharga 1,8 juta euro untuk memberikan hak siar kepada beIN Sport, perusahaan media milik Al-Khelaifi.

Valcke juga diduga menerima uang suap sebesar 1,25 juta euro untuk memberikan hak siar kepada media di Italia dan Yunani. Sementara pengaruh si pengusaha yang tak disebutkan namanya, turut menghasut Valcke melakukan kecurangan tersebut.

Menurut Jaksa Penuntut, FIFA sudah membuat perjanjian damai dengan Khelaifi terkait pemberian hak siar kepada beIN Sport. Al-Khelaifi sendiri berharap dakwaan terbarunya bisa segera selesai, seraya menuding ada agenda terselubung untuk menjatuhkan namanya.

“Saya sudah dibebaskan dari semua dugaan suap, dan kasus ini telah diberhentikan secara definitif dan konklusif. Sementara efek sekundernya tetap luar biasa, saya punya harapan tuduhan ini terbukti tidak berdasar,” kata Al-Khelaifi dalam pernyataannya.

“Sementara saya sudah bekerja sama dengan semua pihak berwenang selama proses hukum, investigasi tiga tahun telah ditandai kebocoran informasi yang keliru terus menerus, dan agenda yang tampaknya tanpa henti untuk mengotori reputasi saya di media,” katanya.

Khelaifi sendiri diangkat menjadi komite eksekutif UEFA pada 2019. Taipan Timur Tengah itu juga anggota dewan berpengaruh dari Asosiasi Klub Eropa.

Sebelumnya, Al-Khelaifi sudah membantah melakukan kesalahan setelah diinterogasi pada 2017 dan 2019. Khelaifi juga terlibat dalam investigasi korupsi terpisah oleh jaksa Prancis, yang terkait dengan penunjukkan Qatar menjadi tuan rumah kejuaraan dunia atletik 2019.