Liverpool, Jamie Carragher Kecewa dengan Sikap Kopites pada Mo Salah

Liverpool, Jamie Carragher Kecewa dengan Sikap Kopites pada Mo Salah

Eks kapten Liverpool, Jamie Carragher, menilai Kopites kurang mengapresiasi Mohamed Salah. Pasalnya mereka tidak akan keberatan jika Salah dilepas dengan harga mahal. Sejak didatangkan pada 2017 silam, Salah langsung menjelma sebagai pemain andalan di kubu Liverpool. Gelar juara Liga Champions 2019/20 menjadi salah satu bukti pentingnya peran pemain asal Mesir tersebut.

Musim ini, Salah masih memegang peran penting bagi skuad besutan Jurgen Klopp. Dengan raihan 15 gol di Premier League, Salah berhasil membantu tim untuk terus berada di puncak klasemen. Sayangnya, Carragher tak melihat jika fans telah memberikan apresiasi yang cukup untuk Salah.

“Saya pikir Mohamed Salah dipandang sebagai pemain kelas dunia oleh orang di luar, tetapi oleh penggemar Liverpool, saya pikir dia sedikit kurang dihargai,” kata Carragher kepada Sky Sports.

Menurut Carragher, situasi itu terjadi lantaran publik Anfield punya beberapa idola. Karenanya fans tak akan keberatan andai ditinggal Salah.

“Liverpool memiliki enam pemain kelas dunia. Saya kira mereka memiliki kiper [Alisson], Trent Alexander-Arnold, Virgil van Dijk, Sadio Mane, Roberto Firmino dan Mohamed Salah.

“Saya pikir jika Anda bertanya kepada fans Liverpool apakah mereka mau menerima uang besar untuk lima pemain lain, mereka akan berkata tidak, tidak peduli berapa pun uang yang Anda berikan.

“Tidak mungkin mereka menjual Alisson atau Van Dijk. Tetapi jika Anda menawarkan kepada 130 juta pounds untuk Salah, mereka akan memikirkannya,” kata Jamie Carragher.

Salah sendiri mulai mendapat kritik setelah dinilai terlalu egois dalam urusan mencetak gol. Sejak tiba di Anfield, Salah sudah memainkan 140 laga dan mengemas 90 gol di semua ajang.

Kamboja, Svay Rieng di Phnom Penh Olympic Stadion Bali United Tarik 6 Pemainya Dari TC Timnas

Jelang duel kontra wakil Kamboja, Svay Rieng di Phnom Penh Olympic Stadion, Kamboja, 25 Februari 2020 dalam lanjutan laga kedua Grup G AFC Cup 2020, Bali United memutuskan menarik pulang enam pemain andalannya dari pemusatan latihan Timnas Indonesia.

Adapun keenam pemain itu adalah, Nadeo Argawinata, Ricky Fajrin, Gavin Kwan Adsit, Stefano Lilipaly, Lerby Eliandry, dan Ilija Spasojevic. Keenamnya bakal segera bergabung dengan skuat di pemusatan latihan Serdadu Tridatu yang digelar di Lapangan Trisakti, Legian, Bali.

“Mereka kami panggil pulang dari Timnas Indonesia dan bergabung dengan latihan kami. Tapi mereka belum berlatih sepenuhnya,” ungkap pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco seperti dilansir dari laman resmi klub.

“Mereka juga sudah sampaikan bahwa di timnas mereka digenjot latihan fisik, jadi mereka hanya akan mengikuti sesi latihan teknik saja. Kami masih punya dua kali sesi latihan sebelum berangkat ke Kamboja,” Teco menambahkan.

Sebagai informasi, Bali United akan kembali bermain di rumput sintetis setelah sebelumnya mereka sudah pernah merasakannya saat melawan wakil Singapura, Tampines Rovers pada babak eliminasi pertama Liga Champions Asia (LCA).

“Soal rumput sintetis, pastinya, kami harus beradaptasi lagi. Tapi, hal positifnya adalah tahun ini kami sudah pernah main di lapangan seperti itu di Singapura. Selain itu kami juga masih punya kesempatan lagi untuk menguji coba lapangan di sana. Semoga para pemain bisa cepat beradaptasi,” tutup Teco.

Rizky Pora dan Bayu Pradana Ditinggal Dua Pemain Kunci, Pelatih Barito Kebingunan

Rizky Pora dan Bayu Pradana tercatat tengah mengikuti pemusatan latihan timnas senior untuk kualifikasi Piala Dunia 2022. Situasi ini lantas membuat pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, pusing tujuh keliling. 

Ditinggal dua sosok penting, membuat Djanur harus memutar otak. Di masa persiapan ini, dia terpaksa harus mencari komposisi terbaik di dalam laga uji coba.

“Kami sudah sampai pada uji coba keempat. Kami coba menurunkan komposisi yang berbeda, karena dua gelandang kami dipanggil timnas, jadi harus mencoba alternatif lain,” ujar Djanur dilansir laman resmi klub.

Lebih lanjut, juru taktik asal Majalengka tersebut mengakui tanpa dua pemainnya itu, lini tengah Laskar Antasari dibuat kesulitan. Hal itu terlihat dalam laga uji coba kontra juara Liga 3, Persetala Tanah Laut di Stadion Demang Lehman. 

“Memang sangat terlihat lini tengah kami yang ditinggal Bayu Pradana dan Riski Pora belum maksimal.

“Kebetulan juga tim lawan bermain bagus, dan memberikan perlawanan, jadi kami agak sulit mendapatkan peluang. Terlihat sekali tengah dan belakang kerap terburu-buru,” kata tutup Djanur. 

Peter Gulacsi Jadi Benteng Kokoh Di Bawah Mistar RB Leipzig

Duel RB Leipzig kontra Tottenham Hotspur menjadi ajang unjuk kemampuan Peter Gulacsi. Kegemilangannya di bawah mistar gawang Leipzig membuat lini serang The Lilywhites tumpul.

RB Leipzig sukses meraih kemenangan tipis 1-0 saat bertandang ke markas Tottenham pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (20/2/2020) dinihari WIB. Gol tunggal tim tamu diciptakan melalui titik putih yang sukses dieksekusi Timo Werner.

Para suporter Die Roten Bullen boleh saja mengelu-elukan Timo Werner sebagai pahlawan kemenangan tim, tapi hasil tersebut tak akan datang ke pasukan Julian Nagelsmann tanpa kegemilangan Peter Gulacsi saat mengawal gawang Leipzig.

Kiper asal Hungaria tersebut memang membuat lini serang skuad besutan Jose Mourinho frustasi sepanjang 90 menit laga berlangsung. Berdasarkan catatan Opta, Tottenham mampu melepaskan 12 tembakan dengan 5 diantaranya on target.

Namun dari jumlah sebanyak tersebut semuanya berhasil diredam dan diamankan oleh Peter Gulacsi. Salah satu penyelamatan yang paling krusial dilakukan Gulacsi adalah saat memblok bola sepakan Erik Lamela empat menit jelang laga usai. Dengan cekatan, sembari merentangkan tubuhnya, Gulacsi yang terbang berhasil menepis bola yang mengarah ke pojok kiri gawang.

Gulacsi memang bisa dibilang salah satu kunci melejitnya performa Leipzig sejak kali pertama promosi dari kasta kedua Liga Jerman pada tahun 2015 silam. Dilansir dari Squawka, Gulacsi menjadi kiper dengan jumlah clean sheet terbanyak di Bundesliga sejak musim 2018/2019 yakni 21 cleansheet.

Untuk musim ini, kiper berusia 29 tahun tersebut sudah mengoleksi enam clean sheet di ajang Bundesliga, hanya kalah dari Manuel Neuer yang sudah mengemas 8 clean sheet.

Karir Gulacsi sendiri terbilang tak mulus sebelum berkilau di Leipzig. Semasa memperkuat Liverpool dari rentang waktu 2007 hingga 2012 ia tak sekalipun mengecap rasanya bermain sebagai kiper The Reds.

Gulacsi justru lebih banyak dipinjamkan ke tim divisi dua seperti Hereford, Tranmere Rovers dan Hull City. Gulacsi akhirnya memutuskan hengkang ke RB Salzburg sebelum akhirnya ditarik ke Leipzig pada 2015 silam.